Wednesday, 20 Jun 2018

Objek Wisata Sejarah Di Jakarta yang Instagenik

Terlepas dari hiruk pikuk pusat kotanya, Jakarta tetaplah menjadi ibukota yang memiliki daya tarik tersendiri. Sebagai wilayah yang berulang kali diduduki bangsa asing, Jakarta banyak meninggalkan bangunan bersejarah. Tak sedikit yang kini direvitalisasi, bahkan beberapa gedung masih beroperasi, sehingga bisa menjadi destinasi sejarah yang asyik dan fotogenik. Beberapa destinasi wisata bersejarah ini, bahkan menarik untuk dikunjungi, sekaligus menjadi referensi libur akhir pekan.

Gedung Arsip Nasional

Tempat bersejarah pertama yang dapat dikunjungi di Jakarta sebagai background foto instagenik adalah Gedung Arsip Nasional. Gedung yang dibangun pada 1760 oleh Reiner de Klerk ini sempat menjadi kediamannya, yang tak lain Gubernur Jenderal VOC pada 1777. Selain menjadi museum, gedung ini juga sering dijadikan tempat resepsi maupun akad nikah. Dengan pesonanya, tak salah jika Gedung Arsip Nasional ini menjadi spot foto bersejarah nan instagenik.

Pelabuhan Sunda Kelapa

Tak lengkap rasanya datang ke Kawasan Kota Tua, tetapi tak mampir ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Ada banyak sekali kapal-kapal layar bersandar di sini. Di masa lalu, Sunda Kelapa menjadi pusat perdagangan, bahkan pelabuhan penghubung di Asia Tenggara. Sekalipun sudah berganti abad, tetapi suasana bersejarah yang saat berfoto instagenik di tempat ini tetap tak luntur begitu saja. Jika ingin berkeliling menumpangi kapal-kapal tersebut, cukup mengeluarkan dana Rp50 ribu sebagai ongkos sewa kapalnya.

Galangan VOC

Di Kawasan Kota Tua Jakarta, ada beberapa spot menarik yang bisa dijadikan spot berfoto instagenik. Salah satunya adalah Galangan VOC yang dibangun kira-kira tahun 1628. Dari galangan tersebut, pernah lahir kapal-kapal layar berukuran besar yang mengarungi beragam samudera. Bahkan, tempat ini pernah menjadi bandar terpenting di Asia. Kini, Galangan VOC menjadi restoran yang masih mempertahankan bangunan aslinya, serta bisa menjadi spot berfoto instagenik.

Museum Bahari

Sekalipun sempat terbakar beberapa waktu lalu, tetapi Museum Bahari tetap berdiri. Sebab, beberapa bangunan utamanya masih utuh. Museum ini berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa. Dulunya, Museum Bahari merupakan gudang komoditi utama VOC, seperti rempah-rempah yang akan dikirim ke Eropa. Sekarang museum ini menyimpan lebih 126 koleksi benda sejarah kelautan, termasuk 19 koleksi perahu tradisional asli dari dari Sabang sampai Merauke. Spotnya yang menarik, juga bangunannya yang vintage, cocok untuk dijadikan latar berfoto instagenik.

Museum Fatahillah

Banguna yang dibangun pada 1707 sampai 1712 ini awalnya menjadi Balaikota Batavia. Gaya bangunannya yang kental dengan arsitektur Belanda, sebenarnya tak lepas dari inisiatornya. Ialah Jenderal Joan Van Hoorn, yang pernah menjadi Gubernur Batavia. Jangan heran jika bangunannya menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Kini, Museum Fatahillah yang berlokasi di Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah, yang kerap menjadi latar berfoto instagenik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.